Book

Book Review : Me Before You

Me Before You

1550795817859161Penulis : Jojo Moyes

Bahasa : English (Cover atas) dan Indonesia (Cover bawah)

Penerbit : Gramedia (Indonesia)

Louisa Clark, 26 tahun gadis biasa yang selama hidupnya ia habiskan di kota kecil, yang tidak mempunyai cita-cita dan tidak tahu apa yang diinginkannya. Ia memiliki kekasih seorang pelari, Patrick. Sebelum kehilangan pekerjaannya sebagai pelayan kafe, dia menjadi tulang punggung keluarga menghidupi keluarganya yang terdiri dari Ayah, Ibu, Kakek yang sakit, Treena saudari perempuannya dan Thomas anak Treena. Penghasilan ayahnya tidak seberapa dan terancam di PHK sedangkan pekerjaan Treena di toko bunga tidak mencukupi kebutuhan mereka. Dengan Lou kehilangan pekerjaanya, membuat semua keluarga cemas akan hilangnya sumber penghasilan terbesar mereka. Beberapa kali Lou mencoba melamar di Bursa Tenaga Kerja tapi tidak ada pekerjaan yang cocok untuknya sampai sebuah tawaran masuk dengan bayaran yang jauh lebih tinggi dari upah minimum, yaitu lowongan sebagai Asisten Perawat Pribadi. Awalnya Lou ingin menolak, membayangkan dirinya merawat seseorang seperti Ibunya yang  merawat Kakeknya yang terkena Stroke saja ia tidak mungkin sanggup, dia tidak tahan untuk mengelap bokong seseorang. Karena keluarganya sangat mengaharapkan Lou, dia terpaksa menerima pekerjaan itu.

William Traynor, sebelum kecelakaan lalu lintas yang menimpanya dua tahun lalu dia adalah seorang  yang ceria, percaya diri, pengusaha sukses, playboy, dan mempunyai hobi mengunjungi berbagai tempat di dunia hingga menyukai olahraga menantang. Kecelakaan tersebut membuat Will mengalami cedera tulang belakang/ Spinal Cord Injury (SCI) dan didiagnosis sebagai penderita quadriplegia C5/6 dengan kemampuan gerak terbatas, sama sekali tidak bisa menggunakan kedua kaki dan sedikit sekali bisa menggunakan lengan dan tangan. Setelah kecelakaan tersebut Will mulai berubah menjadi pribadi yang dingin dan ketus.

Pertemuan pertama memberikan kesan menjengkelkan bagi Lou. Will bersikap sangat menyebalkan, perkataannya selalu ketus dan pedas. Dibalik semua itu, Lou merasa kalau Will adalah orang paling sedih yang pernah dia kenal, menghabiskan seumur hidup di kursi roda dan berbagai macam obat yang harus dikonsumsinya setiap hari. Belum lagi ketika Will dijenguk oleh dua tamu, yaitu mantan pacar dan sahabatnya yang mengabarkan kalau mereka akan menikah, membuat Lou bersimpati dan tak akan menyerah akan sikap Will yang semena-mena padanya, dia akan bertahan pada pekerjaannya selain karena keluarganya bergantung pada penghasilannya.

Sikap Lou yang cuek, aneh dan cara berpakaiannya yang aneh pula membuat Will cukup tertarik dengan Lou, hingga akhirnya ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lou, bahkan mereka semakin akrab, tak jarang kekonyolan Lou membuat Will tertawa, sesuatu yang tidak pernah Will lakukan setelah kecelakaan. Lou membuat kehidupan Will lebih berwarna. Will menganggap hidup Lou sangat membosankan, seumur hidup hanya dihabiskan di kota kecil padahal Will menganggap Lou sangat cerdas, terlalu menarik dan dia harus menikmati hidupnya.

“And what do you want ?”

“What do I want what ?”

“From your life ?”

I blinked. “That’s a bit deep, isn’t it ?”

“Only generally. I’m not asking you to psychonalyse your self. I’m just asking, what do you want ? Get married ? Pop out some ankle biters ? Dream career? Travel the world?”

There was a long pause.

I think I knew my answer would dissapoint him even before I said the words aloud. I don’t know, I’ve never really thought about it.”

Dan tugas Lou sebenarnya tidak hanya merawat Will, sewaktu dia tidak sengaja menguping pembicaraan Mrs. Traynor dan Georgia, adik Will, ternyata Mrs Traynor memanfaatkan Lou untuk membuat Will mengubah rencanya untuk melakukan Dignitas/commit suicide selama 6 bulan. Awalnya Lou sempat merasa dibohongi oleh Mrs. Traynor, tetapi akhirnya dengan bujukan Mrs Traynor dan kesehatan Will, Lou bersedia membuat memori indah untuk Will agar mengubah keinginannya .

Tanpa diketahui Will, dan dengan persetujuan Mrs. Traynor hingga support dari Nathan, perawat pribadi Will yang setiap hari juga mengurusnya, Lou membuat berbagai rencana untuk Will, dengan cara membuat list dengan bantuan Treena agar memberikan kenangan indah untuk Will.

Apakah Will mengurungkan niat nya untuk melakukan Dignitas ? Berhasilkah Lou membuat Will bahagia diakhir hidupnya ?

Review :

Akhir yang menurutku cukup membahagiakan. Sikap Will yang berniat untuk melakukan commit suicide/bunuh diri benar-benar bikin kecewa, di agamaku (Islam) niat seperti ini diharamkan. Dan untuk kelompok Dignitas untuk melakukan commit suicide hanya di legalkan di negara Swiss tepatnya di Zurich. Kelompok dignitas adalah orang-orang yang rela di suntik mati karena tidak bisa mempertahankan hidupnya. Kelompok ini biasanya orang-orang yang telah sakit menahun dan tidak sembuh bahkan yang sudah tidak sanggup menjalani hidup (stress).

Sudut pandang di novel ini tidak hanya ditampilkan oleh tokoh Lou tapi ditampilkan oleh tokoh-tokoh pembantu, seperti Mrs. Traynor, Mr Traynor, Nathan dan Treena. Jadi kita lebih mengetahui apa yang dipikirkan oleh tokoh-tokoh lain untuk menghidupkan cerita.

Semua yang dilakukan Lou agar Will mengurungkan niatnya untuk bunuh diri adalah cerita yang paling mengharukan sekaligus romantis, tidak seperti di FTV atau film mereka tidak mudah untuk membuat memori indah untuk Will, bahkan Will sempat tidak sadarkan diri.

Rating : 5 dari 5

Recommended untuk kamu yang menyukai Romance Angst

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s