Book

Book Review : The Death Cure

The Death Cure

7864437

Penulis : James Dashner

Bahasa : English dan Indonesia

Penerbit : Bentang Pustaka (Indonesia)

The Maze Runner Trilogy

It’s the end of the line.

WICKED has taken everything from Thomas: his life, his memories, and now his only friends—the Gladers. But it’s finally over. The trials are complete, after one final test.

Will anyone survive?

What WICKED doesn’t know is that Thomas remembers far more than they think. And it’s enough to prove that he can’t believe a word of what they say.

The truth will be terrifying.

Thomas beat the Maze. He survived the Scorch. He’ll risk anything to save his friends. But the truth might be what ends it all.

The time for lies is over.

Perjuangan Thomas, Newt, Minho, Teresa, Aris dan Grup B lainnya masih berlanjut. Namun kali ini tidak hanya mereka saja yang mempertahankan hidupnya, melainkan seluruh umat manusia. Kini Thomas tidak bisa mempercayai siapapun, bahkan Brenda yang juga mengkhianatinya, hanya 2 sahabatnya yang menemaninya untuk bertahan.

WICKED yang mempunyai tujuan awal untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari serangan virus Flare justru mereka lah pelaku sebenarnya dari semua kejahatan dengan mengatasnamakan kebaikan. Rencana mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Thomas dan para Glader termasuk Brenda dan Jorge telah berhasil memasuki Berg, dan itu berarti mereka telah berhasil menyelesaikan fase dua*. Namun tidak berhenti sampai disitu, percobaan belum sepenuhnya terselesaikan.

Thomas terbangun seorang diri disebuah ruangan serba putih. Hanya beberapa kali dikunjungi oleh si Rat Man, Janson.Total lebih dari tiga minggu ia dikurung, tanpa bisa melakukan apapun. Ia hanya mendapat kiriman makanan yang sama selama sehari tiga kali, tanpa bisa membersihkan diri dan tanpa diberikan baju ganti. Dan setelah menunggu akhirnya pintu kurungannya terbuka lebar dan muncullah si Rat Man.

Rat Man membertahukan bahwa percobaan fase tiga telah selesai dan Thomas dapat berkumpul kembali dengan para Glader lainnya. Dan tidak hanya itu Rat Man menginformasikan berita mengejutkan bahwa Thomas merupakan manusia yang kebal terhadap virus Flare. Namun tidak semua Glader seperti dirinya yang kebal akan virus, sahabatnya pun termasuk dalam kelompok yang dapat terinfeksi virus Flare. Dan itulah alasan WICKED menjadikan dirinya sebagai subjek penelitian.

Kabar mengejutkan lainnya, WICKED akan mengembalikkan kembali ingatan para Glader. Teresa, Aris, dan Grup B tentunya menyetujui hal itu. Namun lain hal dengan Thomas, Newt dan Minho mereka dengan tegas menolak hal tersebut. Mereka tak ingin WICKED menjadikan mereka kelinci percobaan lagi. Dan Rat Man pun menghargai keputusan mereka, berjanji takkan memaksa. Seperti mereka duga, WICKED kembali mengingkari janjinya. Rat Man memaksa mereka untuk mengembalikan ingatan yang telah tehapus. Mereka dipaksa memasuki ruangan operasi namun berhasil memberontak dan kabur dari markas WICKED setelah dibantu oleh Brenda dan Jorge.

Dengan mengendarai Berg milik WICKED, mereka menuju Denver, kota teraman dari serangan virus Flare sekaligus menemui teman lama Brenda dan Jorge untuk membantu mereka.

Di Denver lah, secara tidak terduga Thomas kembali bertemu teman lama yang ia kira telah tewas ditangannya. Ia bahkan menawarkan Thomas untuk bergabung dengan organisasi yang memberontak WICKED. Tapi Thomas tidak begitu saja mempercayainya, orang-orang terdekatnya bahkan telah mengkhianatinya.

Setelah mengalami hal sulit di Denver, lalu datanglah sebuah Berg dengan layar besar menampilkan si Rat Man. Rat Man memberitahukan bahwa Thomas lah satu-satunya kandidat yang dapat melengkapi cetak biru untuk menyembuhkan virus Flare. Tapi kali ini Rat Man memberikan pilihan bagi Thomas, apakah ia akan dengan suka rela mengorbankan dirinya sebagai subjek atau melihat orang-orang disekelilingnya menderita. Apakah Thomas akan menyetujuinya ? Dan apabila Thomas setuju, akankah menjadi pengobatan yang akan menyelamatkan dunia ?

Review :

Setelah dibuat bingung dengan buku ketiga “The Kill Order”, buku keempat ini menjadi angin segar untuk para pembaca yang telah kebingungan. Di buku ketiga menurutku cerita nya jadi ngaler-ngidul, gatau mau dibawa kemana. Tapi setelah baca buku keempat sekaligus buku penutup dari rangkaian perjuangan Thomas dan kawan-kawan membuat aku lega juga dengan seluruh penasaran dari seri pertama.

Kegalauan Thomas benar-benar sampai dibuku keempat ini. Rasa sakit, sedih, penyesalan tersampaikan dengan baik oleh James Dashner. Banyak sekali kejutan yang ditawarkan disini, mulai teman lama Thomas di Glade sebelumnya yang bangkit dari kematian, hingga sahabatnya yang terkena virus Flare.

Adegan terakhir pun sangat apik diceritakan oleh sang penulis. Semuanya terasa sampai dihati para pembaca.

Rating : 4 dari 5

Recommended untuk pecinta Adventure dan penggila Zombie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s