Penerbit Diva Press

Book Review : Dear Miss Tuddles

Dear Miss Tuddles

27239156

Penulis : Ginger Elyse Shelley

Editor : Misni

Penerbit : Diva Press

Bahasa : Indonesia, 224 halaman

ISBN : 978-602-255-967-2

Harga : Rp 38.000 beli di Togamas Buah Batu

Kurasa aku benar-benar jatuh cinta. Aku tahu ini sangat konyol. Aku hampir selalu mencemooh pembicaraan soal cinta selain pernyataan tentang betapa palsunya kata itu. Kurasa ini yang namanya ironi.”

Matteus MacGregor tak pernah percaya pada cinta—pernikahan yang dilandasi cinta. Meskipun ia menginginkannya, itu sama seperti ingin bertemu seekor unicorn. Namun, tanpa ia sadari, Kimberly Tuddles menyelusup ke hatinya.

Namun, Kimberly Tuddles adalah pelayannya. Hubungan cinta antara majikan dan pelayan dan majikan adalah skandal besar di kalangan bangsawan Inggris pada zaman Victoria, tahun 1800-an.
Bagaimana cara Matteus dan Kimberly meraih kebahagiaan dan cinta mereka di tengah situasi sosial yang demikian?

Kimberly Tuddles, seorang pelayan yang bekerja dikediaman keluarga MacGregor tidak menyangka akan diperlakukan sangat ramah oleh sang Tuan Muda. Tuan Muda nya tidak seperti yang ia bayangkan, bangsawan dengan tingkah angkuh, dingin , sombong nan menyebalkan.

Matteus MacGregor, sang Tuan Muda tidak butuh pelayan tambahan, ia sudah dewasa. Tapi Granny yang telah lama bekerja di keluarga MacGregor tahu Matthew butuh seorang teman. Matthew (nama panggilan Matteus) bahkan menjadi seorang guru membaca dan menulis bagi Kimberley.

Kebersamaan mereka hingga dewasa itulah yang membangun perasaan cinta diantara keduanya. Tapi starta mereka jauh berbeda, Kimberley seorang pelayan sedangakan Matthew adalah majikan nya. Tidak pantas cinta mereka untuk diperjuangkan.

Selain strata yang menghalangi hubungan mereka, ditambah banyaknya undangan pertunangan bagi Matthew. Banyak pertentangan atas hubungan mereka, hingga munculah keberanian Matthew untuk memperjuangkan cinta nya kepada Kimberley.

“Perlakukan dengan baik dan sama rata, siapa pun dia” (hlm.9)

“Dalam mimpi ataupun dalam kenyataan,” kataku. “Di mana pun, kapan pun, bahkan di mimpi sekalipun, Tuhan selalu mengawasi perbuatan kita” (hlm.18)

“Aku mencintaimu, seakan aku lahir dengan kewajiban untuk mencintaimu, dan hanya untuk mencintaimu.Mencintaimu adalah hak lahirku, hal yang membentuk dan mempertahankan hidupku.” (hlm.168)

Review :

Banyak kata-kata atau istilah yang tidak dapat aku mengerti dan tidak ada penjelasan singkat di novel ini. Penggambaran tokohnya lugas dan tidak melebihkan. Alur cerita nya sedikit terlalu cepat. Untuk typo tidak aku temukan. Hanya saja aku kurang dapat feel untuk latar belakang Inggris di tahun 1800-an karena penggambarannya yang kurang banyak dan jelas. Tapi salut untuk penulis karena telah sukses membuat novel historical yang apik.

Tokoh Kimberley di novel ini jujur  bikin aku  gemes dengan tingkah nya yang polos dan terkesan bodoh. Tetapi di sini lah letak keistimewaan Kim di mata Matthew.

Rating : 3 dari 5

Tidak aku rekomendasikan untuk remaja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s