Penerbit GagasMedia

Book Review : Misteri Patung Garam

Misteri Patung Garam

25082874

Penulis : Ruwi Meita

Editor : Sulung S. Hanum & Jia Effendi

Penerbit : GagasMedia

Bahasa : Indonesia, 278 halaman

ISBN : 979-780-786-x

Harga : Rp 39.200 beli di Bukukita.com

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

Seorang pianis ditemukan mati,
terduduk di depan pianonya, dengan bibir terjahit.
Bola matanya dirusak, meninggalkan lubang hitam yang amat mengerikan.
Rambut palsu merah panjang menutupi kepalanya.
Sementara, otak dan organ-organ tubuhnya telah dikeluarkan secara paksa.

Kulitnya memucat seputih garam.
Bukan, bukan seputih garam.
Tapi, seluruh tubuh sang pianis itu benar-benar dilumuri adonan garam.

Kiri Lamari, penyidik kasus ini,
terus-menerus dihantui lubang hitam mata sang pianis.
Mata yang seakan meminta pertolongan sambil terus bertanya,
kenapa aku mati?
Mata yang mengingatkan Kiri Lamari akan mata ibunya.
Yang juga ia temukan tak bernyawa puluhan tahun lalu.

Garam? Kenapa garam?

Kiri Lamari belum menemukan jawabannya.
Sementara mayat tanpa organ yang dilumuri garam telah ditemukan kembali….

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

Kiri Lamari, penyidik dari sebuah kasus pembunuhan seorang pianis, Wina Krisnayanti yang tewas dengan keadaan mengerikan. Sahabat Wina  menemukan Wina dengan keadaan sedang terduduk di kursi grand piano dan tubuhnya di selimuti adonan garam persis seperti patung garam.

Setelah mendalami hasil forensik, korban dinyatakan meninggal tiga hari sebelum jenazah ditemukan dalam keadaan tidak membusuk karena pembunuh sebelumnya mengoleskan cairan natrium kalium dekahirdrat. Sehingga korban menjadi mumi. Korban dibedah dalam keadaan hidup dan organ dalamnya dikeluarkan itulah yang membuat korban meninggal dunia, pembunuh pun hanya menyisakan jantung ditubuh korban.

Tidak adanya sidik jari membuat Kiri semakin mendalami kasus ini. Ia yakin dibalik kematian korban pasti ada alasan yang melatar belakangi pembunuhan ini. Dari data, Kiri yakin pembunuh mempunyai sifat psikopat dan akan ada pembunuhan-pembunuhan lainnya.

Kiri teringat akan kematian ibunya yang sampai saat ini Kiri belum ketahui alasannya. Satu-satunya orang yang Kiri curigai saat itu adalah bapaknya, tapi setelah kematian ibunya, bapaknya pun seperti kehilangan jiwa, ia hanya duduk termenung menatap jendela dan mengacuhkan keadaan Kiri. Yang membuat hati Kiri pun hancur.

Kekasih Kiri, Kenes yang seorang fotografer meyakinkan Kiri untuk berbicara kepada bapaknya perihal kematian ibu Kiri. Dan hal inilah yang selalu menjadi akar perdebatan diantara keduanya.

Ireng, bocah pencopet yang Kiri temukan di stasiun dan tinggal di rumah Kiri kini menjadi sosok teman dan adik di mata Kenes. Hal ini menimbulkan persepsi Kenes mengenai keluarga dan yang lebih mengejutkan Kenes menyinggung soal pernikahan. Kiri mencintai gadis itu tapi ia belum siap untuk berumah tangga apalagi ditambah dengan pekerjaannya yang menyita banyak waktu.

Kasus pembunuh psikopat belum ditemukan, malah kini ditambah lagi dengan kasus baru. Leyla seorang pelukis yang ditemukan tewas oleh pembantunya menjadi kasus kedua pembunuh psikopat. Pola pembunuhan nya sama seperti kasus kemarin, tubuh korban ditemukan terbalut adonan garam dalam keadaan melukis. Tapi ada perbedaan dari kasus kemarin, pembunuh meninggalkan “suviner” berupa janin ditubuh korban.

Kedua kasus ini mengarah kepada Rahardian Maruti, seorang seniman terkenal. Ia menekuni seni pahat dan patung garam. Tetapi alibinya sangat meyakinkan dan sesuai yang membuat Kiri tidak dapat menyimpulkan bahwa Rahardian sebagai tersangka.

Semuanya semakin ruwet dengan tambahan kasus pembunuhan seorang chef, dengan pola pembunuhan sama. Semua korban dijadikan patung garam. Dan didandani dengan wig bergelombang berwarna mera terang.

Kiri tidak bisa tinggal diam, apalagi kini si pembunuh psikopat pun mengincar Kenes sebagai korban selanjutnya karena merasa Kiri mengusiknya.

Dapatkah Kiri menguak semua misteri pembunuhan ini?

Apa motif yang melatar belakangi pembunuh dalam membunuh semua korbannya?

“Yang aku ingin katakan, kadang mangsa itu merelakan dirinya untuk terperangkap. Seperti manusia yang tercebur dalam dosa sebab dosa itu memang nikmat”(hal.127)

Review :

Meskipun halaman di novel kali ini hanya sedikit tapi penulis dapat mengungkapkan cerita dengan jelas dan rapi. Gak heran juga karena mbak Ruwi Meita telah lama melanglang buana di dunia penulisan. Sejak 2005, mbak Ruwi telah mengeluarkan novel-novel yang diangkat ke layar lebar, seperti Missing, Terowongan Casablanca, Hantu Bangku Kosong, Rumah Pondok Indah, Pocong 3, Angker Batu, Tri Mas Getir, Dara Manisku, Kekasih, dan Sepuluh. Jadi ga akan salah lagi kalau novel ini juga layak untuk diangkat ke layar lebar.

Tokoh Kiri di novel ini digambarkan sebagai penyidik kepolisian yang pendiam dan cukup berbakat. Kisah masa lalunya lah yang membuat ia menjadi seorang penyidik kasus pembunuhan. Dari semua tokoh, tokoh Inspektur Saut lah yang meramaikan novel ini. Jargon “kampret rebus” bahkan beberapa kali diucapkan di keadaan yang cukup genting, hal ini lah yang membuat para pembaca cukup terhibur.

Alur cerita bagus sekali, para pembaca mengetahui siapa tersangkanya, tetapi banyak pertanyaan alasan dibalik semua pembunuhan itu. Penjelasan keadaan korban juga patut di ancungi jempol. Mbak Ruwi Meita sukses membuat aku mual saat membaca novel ini.

Untuk typo tidak aku temukan, bahasa Surabaya pun di terjemahkan oleh penulis di bawah halaman.Dan untuk klimaks dan akhir cerita TOP banget pokoknya, semua yang aku perkirakan ternyata meleset. Cover nya juga cocok, penuh misteri.

Rating : 4 dari 5

Buat kamu pecinta horror, misteri, dan thriller wajib punya novel ini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s