Penerbit GagasMedia

Book Review : Memori

Memori

13632491

Penulis : Windry Ramadhina

Editor : eNHa

Proofreader : Resita Wahyu Febiratri

Penata Letak : Dian Novitasari

Desain sampul : Jeffri Fernando

Penerbit : GagasMedia

Cetakan Pertama, 2012

Bahasa : Indonesia, 304 halaman

ISBN : 979-780-562-x

Harga : Rp 35.700 beli bukukita.com

Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.

Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia—cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman.

Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi.

Mahoni terpaksa pulang ke tanah kelahirannya, Jakarta karena berita duka yang baru saja disampaikan oleh adik laki-laki papanya, Om Ranu. Papa dan Grace meninggal dunia disebabkan oleh kecelakaan yang mereka alami di sebuah jalan tol. Sebenarnya, Mahoni tidak peduli dengan itu semua, ia bahkan telah lama menghindari Papa nya, jadi untuk apa ia kembali ?

Papa dan Grace sudah di kebumikan begitu Mahoni tiba di Jakarta. Bahkan Mae, ibu Mahoni pun menangisi makam Papa, yah tentu dengan alasan konyol Mae menangisi Papa nya. Mana mungkin Mae peduli, ia hanya peduli pada kesengsaraan yang dialami nya setelah perceraian dirinya dan Papa. Mae selalu menyalahkan dan membenci Grace sebagai perusak rumah tangga orang.

Dan dengan alasan itu lah Mahoni pun membenci Papa, Grace, dan Sigi, anak Papa dan Grace. Grace telah memisahkannya dari Papa sebab itu lah Mahoni menghindar dan melarikan diri ke New York.

Sigi, kini anak laki-laki itu hanya seorang diri. Awalnya Mahoni tidak peduli pada anak itu, Mahoni harus kembali ke New York untuk bekerja dan melupakan kenangan di Jakarta. Tapi Om Ranu tidak bisa mewakili hak asuh Sigi, karena itu lah Mahoni tinggal di Jakarta, setidaknya hanya 2 bulan saja.

Dan tanpa terduga ia kembali bertemu dengan Simon, laki-laki itu masih sama seperti dulu, dengan gaya tetap urakan disertai mulut yang pedas. Tapi kini ia telah memiliki kekasih. Sofia, wanita itu terlihat menarik dan baik hati. Sofia bahkan meminta Mahoni untuk bekerja sama dengannya mengingat Mahoni akan tinggal di Jakarta selama 2 bulan ini.

Kenangan masa lalu kembali terpecik saat Mahoni bersama Simon. Kesinisan hingga perhatian Simon masih terekam jelas di memori nya. Mahoni berusaha menepisnya, ia tidak ingin seperti Grace. Ia pun tak tega harus melihat Sofia yang akan seperti Mae apabila Simon meninggalkan wanita itu.

“Nostalgia akan membuat siapa pun menjadi lemah dan tanpa sadar memaafkan kesalahan yang paling besar sekali pun.”
“Tidak ada perasaan yang bertahan selamanya. Aku belajar itu dari Papa. Cepat atau lambat, sesuatu yang kita miliki akan hilang dan yang tertinggal kemudian cuma rasa benci.”
Review :

Tema nya manis banget. Apalagi di jabarkan dengan sempurna oleh mbak Windry. Ini novel pertama dari karya mbak Windry yang aku baca. Dan jujur aku ketagihan untuk membaca karya lainnya.

Kesalahan dalam penulisan tidak aku temukan, penulisan nya lugas dan tidak bertelel-tele, pengungkapan setiap tokoh maupun karakter tidak berlebihan dan apa adanya. Alur cerita yang membuat novel ini menarik, dari flashback hingga point of view dari Mahoni.

Semua yang ingin disampaikan mbak Windry tersampaikan sangat jelas di novel ini. Sakit hati dan kehancuran yang dirasakan oleh Mahoni karena perceraian yang dilakukan Papa dan Mae, hingga ada nya Sigi sangat sempurna di jelaskan tanpa embel-embel tangisan maupun petengkaran di keluarga itu. Kegalauan Mahoni terhadap perasaannya kepada Simon dan rasa sayang serta rasa peduli Mahoni kepada Sigi tersampaikan begitu apik ke pembaca.

Banyak sekali ilmu yang aku dapatkan setelah membaca “Memori”. Mbak Windry menyuguhkan cerita seputar kehidupan arsitek. Tidak hanya menikmati cerita yang manis aku pun ditambah lagi wawasan design interior dan seluk beluk ke-arsitekan.

Rating : 4 dari 5

Novel ini menjadi salah satu novel favoritku di tahun 2015. Aku rekomendasikan untuk semua kalangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s