Penerbit Mizan

Book Review : Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991

Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991

25857857.jpg

Judul : Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991

Penulis : Pidi Baiq

Ilustrasi isi dan sampul : Pidi Baiq

Penyunting naskah : Andika dan Moemoe

Penerbit : Pastel Books

Bahasa : Indonesia, 344 halaman

Cetakan pertama, 2015

Hasil pinjaman dari @tiant29

“Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.”
―Milea

“Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama.”
―Dilan

Kisah cinta Milea dan Dilan masih berlanjut. Dilan tetap lah Dilan yang selalu membuat hati Milea berbunga-bunga. Rasa kangen selalu hinggap di hati Milea.

Kang Adi pun masih kekeuh mendekati Milea, padahal Milea sudah jelas memperlihatkan bahwa ia tidak tertarik. Hanya Dilan yang ada dipikirannya.

Rintangan dalam hubungan kedua nya pun kembali diuji saat sepupu lama Milea, Yugo yang datang dari Belgia menyukai Milea. Bahkan Tante Anis, ibu Yugo seperti menjodohkan keduanya.

Semua nya makin rumit saat Dilan membalaskan dendam nya kepada kakak Anhar. Kakak Anhar lah dalang dibalik pengeroyokan Dilan di warung Bi Eem. Milea tidak bisa tinggal diam, ia tidak ingin Dilan celaka. Maka Milea mengancam untuk putus dengan Dilan.

Review :

Kadar komedi di novel kedua Dilan kali ini porsi nya lebih sedikit dibandingkan dengan Dilan pertama. Perasaan kita akan dibuat naik turun oleh Pidi Baiq di novel ini.

Seperti biasa Pidi Baiq masih sempurna menggambarkan Dilan sebagai cowok yang slengean tapi romantis. Milea pun masih tetap digambarkan sebagai gadis SMA yang sedang kasmaran. Apapun yang Dilan lakukan dimatanya semua tampak mengagumkan.

Disini pembaca akan mengetahui kejujuran dan sifat asli dari Dilan. Karena di novel pertama hanyalah sikap romantis dan rayuan maut Dilan yang ditujukkan kepada Milea.

Untuk typo tidak aku temukan. Gaya bahasa masih sama seperti di novel pertama. Khas Pidi Baiq. Sudut pandang pengarang masih tetap tokoh pertama, yaitu Milea. Latar tempat pun masih tetap di Bandung, pembaca akan dibawa ke Bandung di tahun 90an.

Rating : 3 dari 5

Aku rekomendasikan untuk para pembaca di usia remaja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s